008

June 18, 2009

pura-pura, jika semua ini telah ditakdirkan, kenapa harus pura-pura? bersembunyi dalam persemaian, berlindung di bawah keindahannya masih dengan pura-pura, lagi dengan pura-pura, bosan dengan pura-pura. Mereka mencibir kepada pemuda yang sedang menikmati cintanya, kian nyata tanpa pura-pura, tangisannya, kesedihannya, kepedihannya, kegembiraannya, tanpa pura-pura, karena ia menikmati hembusan cintanya tanpa berpura-pura…

by Najib Husein

Jakarta, June 18th, 2009


007

June 10, 2009

Hembusan pertama di saat fajar menjemput terasa berbeda dari biasanya, tarian-tarian kegembiraan menyelimutiku, akupun dijamu oleh suara indah yang melarutkanku ke dalam bilik-bilik kedamaian. Ya, ini hari pertama bagiku, hari pertama aku mengalaminya, hari pertama aku merasakan keindahan permainan ini, hari pertama yang membuatku terpesona dan bernyanyi bersamanya. Ketika aku tersenyum, temanku bertanya, “ada apa?”. Lalu kutunjuk dadaku dan kujawab, “ada dunia di sini … untuk kamu, sayang …”

by Najib Husein

Jakarta, May 20th, 2009


006

June 10, 2009

Kemarin dia masih menari di sini, saat ini ia membisu bagai jasad tak bernyawa, terpatung dengan tariannya yang menjentikkan jari mereka. Aku tanya kepada mereka, untuk apa kau jentikkan jemarimu jika kau melukainya, lalu kau biarkan pergi? Untuk apa kau gerakkan tarianmu jika kau hempaskan, lalu ia melambaikan tangan?

Kini kuterdiam berteman kekosongan dengan sekotak ruang hampa …

by Najib Husein

Jakarta, May 20th, 2009


005

June 10, 2009

cinta itu tidak bulat dan tidak persegi panjang

tapi cinta itu mengikuti wadahnya

manakala ia berada di wadah kecil maka ia akan kecil, begitupun sebaliknya

tapi cinta itu membuat gila kata si penggila

tidak! cinta itu membuat menari kata si penari

tidak, bagiku cinta itu bagaikan dua sisi bagian pisau

kau yang menghujam atau aku yang menusuk kata si pembunuh

cinta itu pahit, remuk, luka, dan bahagia kata si pengemis

cinta itu berbohong kata si pembual

lalu, si bijak berkata cinta itu bagai ruh yang bersatu dengan jasad,

jika dipisahkan akan terasa sakit tak terbayangkan …

that’s all about love, for my special girl that I really love …

by Najib Husein

Jakarta, May 13th, 2009


004

June 10, 2009

Puncak itu adalah Cinta
Aku harus berada di puncak itu
tapi sayangnya hidup tidak mengajarkanku mengepak atau membumbung untuk meraihnya
Lalu hidup berkata padaku, dakilah!
Karena di jalan itu,
kau akan menemukan kerikil-kerikil, batu terjal, embun, rimbun daun yang akan mengantarmu ke puncak itu…

I Love You

by Najib Husein

Jakarta, March 12th, 2009


003

June 10, 2009

Perjalanan ini terasa panjang,

cahaya itu seperti redup,

aku seperti terombang-ambing dalam kegelapan,

hatiku terasa berat hingga ragaku terseret bersamanya…

I Miss You

by Najib Husein

Jakarta, March 7th, 2009


002

June 10, 2009

Kita telah menjalani begitu banyak rintangan, bukan tanpa sejumlah kebingungan. Aku akui, aku telah bertindak tanpa kebijaksanaan. Karena ada sesuatu di hatiku yang membuat kebijaksanaan itu menjadi sebuah batu. Dan aku sadari itu …

I Love You

by Najib Husein

Jakarta, March 5th, 2009


001

June 10, 2009

kata-kata ini bukan kata-kata manis yang menuai buaian belaka, kata-kata ini yang ada di dalam hatiku

manis, indah, tidak pernah ada pahit selama kau tersenyum, ya senyum, aku hanya ingin kau tersenyum

kau adalah cahaya bagiku,

ku akan mengikutimu kemana kau pergi

sayang, di antara bayang-bayang hatiku terucap kata cinta

cinta yang menjalin sebuah cerita

ya, cerita tentang kita

janji suciku, aku cinta kamu …

by Najib Husein

Jakarta, March 5th, 2009


Love & Life

May 18, 2009

grasshopperSeekor belalang termenung

Lamunannnya melayang menjelma menjadi sebuah rajutan tekad

Dia berkata kepada Alam ijinkan aku mencintai kupu-kupu indah itu

Kawannya yang pertama mendengar dan berkata kamu Gila!

Gila!

Gila!

Kita hidup sebagai belalang saja sudah beruntung

Lalu kawannya yang kedua ikut berkomentar, mati dengan jasad utuh sebagai belalang saja kau sudah beruntung

Tanpa memperdulikan ia memanggil Alam.

Alam berikanlah dia kepadaku

Aku mencintainya

Cintaku melebihi apapun yang ada di dunia ini.

Belalang pertama mendengar dan berkata Gombal!

Gombal!

Gombal!

Dia cantik, sedangkan dirimu hanya seekor belalang butterfly_yellow-flowers_01yang akan mati mengering dan dengan sendirinya jasadmu tercabik-cabik

Belalang kedua ikut menambahkan, Dia terbang kamu hanya meloncat, bisa mendekatinya saja kau sudah beruntung

Alam ijinkan aku…

Lalu kupu-kupu indah itu tanpa disadari menghampiri dirinya

Sontak jantungnya berdetak kencang

Adakah dihatinya sama dengan dihatiku?

Mereka berpandangan

Alam… dia mendekat

Ijinkan…

Lalu alam berbisik, apakah kau mau menerima akibatnya?

Aku berani…

Apa kamu mau menanggung resikonya?

Aku berani…

Baiklah, aku akan membuatnya mencintaimu

tidak lama kemudian hati kupu-kupu itu berubah dan mencintainya

Kini mereka telah menjadi sepasang kekasih…

Tak lama kemudian datanglah badai, menyapu semua yang ada di permukaan tanah

Keduanya terhempas terombang-ambing, hingga diri mereka terjatuh dan tersangkut pada sebuah duri

Sayap sang kupu-kupu sobek dan rusak, keindahannya pun hilang lenyap

Dan tak lama kemudian ruhnya pun telah lari dari jasadnya

Belalang itu sekarat setelah mati-matian menjaga cintanya

Dari balik dahan pohon, kedua temannya yang selamat menertawai, lihatlah kebodohannya, bodoh!

Bodoh!

Bodoh!

Lebih baik kita… kita hidup dan selamat

Dengan sedikit mengangkat kepala, belalang itu berusaha berbicara

Dirinya pun tersenyum bahagia… ini cinta…

Cinta yang aku cari dan bukan cinta kepasrahan

Tapi cinta dari hatiku, hingga aku mati aku telah merasakan cinta

Bukan cinta kepasrahan, tapi cinta yang aku gapai dengan kemenangan

Hingga aku mati aku telah mendapatkan cinta ini

Lalu ia menutup matanya dan mati dengan tersenyum

by Najib Husein