Seekor belalang termenung
Lamunannnya melayang menjelma menjadi sebuah rajutan tekad
Dia berkata kepada Alam ijinkan aku mencintai kupu-kupu indah itu
Kawannya yang pertama mendengar dan berkata kamu Gila!
Gila!
Gila!
Kita hidup sebagai belalang saja sudah beruntung
Lalu kawannya yang kedua ikut berkomentar, mati dengan jasad utuh sebagai belalang saja kau sudah beruntung
Tanpa memperdulikan ia memanggil Alam.
Alam berikanlah dia kepadaku
Aku mencintainya
Cintaku melebihi apapun yang ada di dunia ini.
Belalang pertama mendengar dan berkata Gombal!
Gombal!
Gombal!
Dia cantik, sedangkan dirimu hanya seekor belalang
yang akan mati mengering dan dengan sendirinya jasadmu tercabik-cabik
Belalang kedua ikut menambahkan, Dia terbang kamu hanya meloncat, bisa mendekatinya saja kau sudah beruntung
Alam ijinkan aku…
Lalu kupu-kupu indah itu tanpa disadari menghampiri dirinya
Sontak jantungnya berdetak kencang
Adakah dihatinya sama dengan dihatiku?
Mereka berpandangan
Alam… dia mendekat
Ijinkan…
Lalu alam berbisik, apakah kau mau menerima akibatnya?
Aku berani…
Apa kamu mau menanggung resikonya?
Aku berani…
Baiklah, aku akan membuatnya mencintaimu
tidak lama kemudian hati kupu-kupu itu berubah dan mencintainya
Kini mereka telah menjadi sepasang kekasih…
Tak lama kemudian datanglah badai, menyapu semua yang ada di permukaan tanah
Keduanya terhempas terombang-ambing, hingga diri mereka terjatuh dan tersangkut pada sebuah duri
Sayap sang kupu-kupu sobek dan rusak, keindahannya pun hilang lenyap
Dan tak lama kemudian ruhnya pun telah lari dari jasadnya
Belalang itu sekarat setelah mati-matian menjaga cintanya
Dari balik dahan pohon, kedua temannya yang selamat menertawai, lihatlah kebodohannya, bodoh!
Bodoh!
Bodoh!
Lebih baik kita… kita hidup dan selamat
Dengan sedikit mengangkat kepala, belalang itu berusaha berbicara
Dirinya pun tersenyum bahagia… ini cinta…
Cinta yang aku cari dan bukan cinta kepasrahan
Tapi cinta dari hatiku, hingga aku mati aku telah merasakan cinta
Bukan cinta kepasrahan, tapi cinta yang aku gapai dengan kemenangan
Hingga aku mati aku telah mendapatkan cinta ini
Lalu ia menutup matanya dan mati dengan tersenyum
by Najib Husein